ZONE / Komik Alkitab Bergambar / 04. Merindukan Raja / Hal. 48
Hal. 48
Metode PA: SABDA, WWG.
2 Raja-raja 11 (AYT)
3 Dia tetap bersembunyi dengannya di Bait TUHAN selama enam tahun, sementara Atalya memerintah negeri itu.
4 Pada tahun ketujuh, Yoyada mengutus orang dan memanggil para panglima pasukan seratus dari orang Kari dan para bentara. Mereka dibawa masuk menemui dia di Bait TUHAN, lalu dia mengikat perjanjian dengan mereka dan menyuruh mereka bersumpah di hadapan TUHAN. Kemudian, dia memperlihatkan anak raja itu kepada mereka.
5 Lalu, dia memberi perintah mereka dengan berkata, “Inilah yang harus kamu lakukan: sepertiga dari kamu yang bertugas pada hari Sabat harus menjaga istana raja.
6 Lalu, sepertiga ada di pintu gerbang Sur, dan sepertiga lagi berada di pintu gerbang di belakang para bentara. Kamu harus menjaga istana secara bergiliran.
7 Dua bagian dari antara kamu, yakni semua yang tidak bertugas pada hari Sabat, juga harus menjaga Bait TUHAN bagi raja.
8 Kelilingilah raja dari segala penjuru, masing-masing dengan senjata di tangannya. Siapa pun yang mendekati barisan harus dibunuh. Sertailah raja setiap kali dia keluar atau masuk.”
9 Para panglima pasukan seratus melakukan semuanya seperti yang diperintahkan oleh Imam Yoyada. Masing-masing mengumpulkan orang-orangnya yang akan bertugas pada hari Sabat serta orang-orang yang tidak bertugas pada hari Sabat itu. Lalu, mereka mendatangi Imam Yoyada.
10 Imam memberikan kepada para panglima pasukan seratus itu tombak-tombak dan perisai-perisai kepunyaan Raja Daud yang ada di Bait TUHAN.
11 Setiap bentara berdiri di sisi kanan Bait sampai sisi kiri Bait dengan senjata di tangannya masing-masing. Mereka mengelilingi raja dekat mazbah, dan dekat Bait itu.
12 Yoyada membawa anak raja keluar, mengenakan mahkota padanya, dan memberikan hukum Allah kepadanya. Mereka menobatkannya sebagai raja serta mengurapinya sambil bertepuk tangan dan berseru, “Hidup, Raja!”
13 Saat Atalya mendengar suara para bentara dan rakyat, dia pergi mendatangi rakyat di Bait TUHAN.
14 Lalu, dia melihat raja tampak berdiri di dekat tiang sesuai dengan kebiasaan, sementara para pemimpin dan para pemegang nafiri berdiri di dekat raja. Seluruh rakyat negeri sedang bersukaria dengan meniup nafiri. Kemudian, Atalya merobek pakaiannya sambil berseru, “Pengkhianatan! Pengkhianatan!”
15 Lalu, Imam Yoyada memerintahkan para panglima pasukan seratus, yaitu mereka yang mengepalai tentara dengan berkata kepada mereka, “Bawa dia keluar dari antara barisan! Siapa yang memihak kepadanya, bunuhlah dengan pedang!” Karena imam itu berkata, “Janganlah bunuh dia di Bait TUHAN.”
16 Lalu, mereka menangkapnya dan ketika dia memasuki pintu masuk kuda di istana raja, dia dibunuh di sana.
17 Yoyada mengikat perjanjian antara TUHAN dengan raja dan rakyat bahwa mereka akan menjadi umat TUHAN, dan juga antara raja dan rakyat.
18 Lalu, seluruh rakyat negeri pergi ke kuil Baal dan merobohkannya. Mereka menghancurkan mazbah-mazbah dan patung-patungnya berkeping-keping serta membunuh Matan, imam Baal, di depan mazbah-mazbah itu. Dan, Imam Yoyada mengangkat para pengawas atas Bait TUHAN.
19 Sesudah itu, dia mengajak para panglima pasukan seratus, orang-orang Kari, para bentara, dan seluruh rakyat negeri untuk membawa raja turun dari Bait TUHAN. Mereka masuk ke istana raja melalui pintu gerbang para bentara. Lalu, raja duduk di atas takhta kerajaan.
20 Seluruh rakyat negeri bersukaria dan kota itu menjadi tenang setelah Atalya mati dibunuh dengan pedang di istana raja.
21 Yoas berumur tujuh tahun ketika menjadi raja.
2 Tawarikh 22 (AYT)
10 Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, dia bangkit dan membinasakan semua keturunan raja dari kaum Yehuda.
11 Namun, Yosabat, anak perempuan raja, mengambil Yoas, anak Ahazia, dan membawanya pergi dari antara anak-anak raja yang akan dibunuh itu. Dia memasukkan Yoas bersama pengasuhnya ke dalam kamar tidur. Karena Yosabat, anak perempuan Yoram dan istri Imam Yoyada, adalah saudara perempuan Ahazia, dia menyembunyikan Yoas dari Atalya supaya dia tidak membunuhnya.
12 Selama enam tahun, Yoas bersembunyi dengan mereka di bait Allah, sementara Atalya memerintah negeri itu.
2 Tawarikh 24 (AYT)
1 Yoas berumur tujuh tahun ketika dia menjadi raja. Dia memerintah di Yerusalem selama empat puluh tahun. Nama ibunya adalah Zibya dari Bersyeba.
2 Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN sepanjang hidup Imam Yoyada.
3 Yoyada mengambil dua orang istri bagi dia, dan Yoas memperoleh anak-anak lelaki dan perempuan.
4 Beberapa waktu kemudian, Yoas memutuskan untuk memugar bait TUHAN.
5 Dia mengumpulkan para imam dan orang Lewi, dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke kota-kota Yehuda dan kumpulkanlah uang dari seluruh Israel untuk memperbaiki bait Allahmu setiap tahun. Lakukanlah hal itu secepatnya.” Namun, orang Lewi tidak segera melakukannya.
6 Jadi, raja memanggil Imam Kepala Yoyada dan berkata, “Mengapa kamu tidak menuntut orang-orang Lewi membawa dari Yehuda dan Yerusalem pajak yang dikenakan Musa, hamba Allah itu, kepada umat Israel untuk tenda tempat hukum Allah?”
7 Anak-anak Atalya, perempuan fasik itu, telah membongkar Bait Suci Allah, bahkan memakai barang-barang kudus bait TUHAN untuk para Baal.
8 Jadi, raja memerintahkan mereka untuk membuat sebuah peti dan menempatkannya di luar pintu gerbang bait TUHAN,
9 Lalu, mereka membuat pengumuman di Yehuda dan Yerusalem bahwa orang-orang harus membawa kepada TUHAN pajak yang dikenakan Musa, hamba Allah itu, kepada orang Israel di padang gurun.
10 Semua pemimpin dan seluruh rakyat itu bersukacita. Mereka membawa pajaknya dan memasukkannya ke dalam peti itu sampai penuh.
11 Setiap kali peti itu dibawa kepada petugas raja melalui orang-orang Lewi dan ketika mereka melihat bahwa uang di dalamnya sudah banyak, maka juru tulis raja dan petugas dari imam kepala akan datang untuk mengosongkan peti itu. Lalu, mereka mengambil peti itu dan mengembalikannya ke tempat semula. Demikianlah mereka melakukannya setiap hari dan mengumpulkan banyak uang.
12 Raja dan Yoyada menyerahkan uang itu kepada mereka yang melakukan pekerjaan pelayanan bait TUHAN. Merekalah yang mengupah tukang-tukang pahat dan tukang-tukang kayu untuk memugar bait TUHAN, juga tukang-tukang besi dan tembaga untuk memperbaiki bait TUHAN.
13 Para pekerja itu mulai melakukan pekerjaan mereka, dan pekerjaan perbaikan itu maju di tangan mereka. Mereka membangun bait Allah menurut keadaannya semula dan mengukuhkannya.
14 Setelah mereka selesai, mereka membawa sisa uang itu kepada raja dan Yoyada. Uang itu digunakan untuk membuat peralatan-peralatan di bait TUHAN, yaitu peralatan untuk pelayanan persembahan, sendok-sendok, dan peralatan-peralatan dari emas dan perak. Sepanjang Yoyada hidup, kurban bakaran dipersembahkan di bait TUHAN secara teratur.
15 Yoyada menjadi tua dan genap hari-harinya, lalu dia mati. Usianya 130 tahun pada saat kematiannya.
16 Dia dikuburkan di kota Daud, di samping raja-raja karena dia melakukan yang baik di Israel terhadap Allah dan bait-Nya.
17 Sesudah kematian Yoyada, pemimpin-pemimpin Yehuda datang dan sujud menyembah raja. Sejak saat itu, raja mendengarkan mereka.
18 Mereka mengabaikan bait TUHAN, Allah nenek moyang mereka, dan beribadah kepada patung-patung Dewi Asyera dan berhala-berhala. Karena kesalahan itu, Yehuda dan Yerusalem ditimpa murka.
19 Namun, TUHAN mengutus nabi-nabi kepada mereka supaya mereka kembali kepada TUHAN. Nabi-nabi itu memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya.
20 Kemudian, Roh Allah menguasai Zakharia, anak Imam Yoyada. Dia berdiri di depan rakyat dan berkata, “Inilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN sehingga kamu tidak beruntung? Karena kamu meninggalkan TUHAN, maka Dia meninggalkan kamu.”
21 Namun, mereka bersekongkol melawan dia dan melontarinya dengan batu atas perintah raja di pelataran bait TUHAN.
22 Raja Yoas tidak mengingat kebaikan yang telah dilakukan Yoyada, ayahnya, kepadanya dan membunuh anaknya. Menjelang kematiannya, Zakharia berkata, “Kiranya TUHAN melihatnya dan menuntut balas!”
23 Pada pergantian tahun, tentara Aram maju menyerang Yoas dan masuk ke Yehuda serta Yerusalem. Mereka membunuh semua pemimpin rakyat dari bangsa itu dan mengirim semua jarahan mereka kepada raja Damsyik.

Merindukan Raja

Semua Setuju

Media Partner: