ZONE / Riwajat Kristus / 03. Masuk Kekota Jerusalem Sampai Naik Kesorga / Hal. 22
Hal. 22
Metode PA: SABDA, WWG.
Matius 26 (AYT)
57 Mereka yang menangkap Yesus membawa-Nya kepada Kayafas, sang Imam Besar, tempat para ahli-ahli Taurat dan para tua-tua berkumpul bersama.
58 Lalu, Petrus mengikuti Yesus dari kejauhan sampai ke halaman rumah imam besar. Dan, Petrus masuk, duduk bersama para pengawal untuk melihat kesudahannya.
59 Sekarang, para imam kepala dan seluruh Sanhedrin mencari kesaksian palsu terhadap Yesus supaya mereka dapat menghukum mati Dia.
60 Akan tetapi, mereka tidak dapat menemukannya meskipun banyak saksi dusta yang datang. Kemudian, ada dua orang yang muncul,
61 dan berkata, “Orang ini berkata, ‘Aku mampu merobohkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.’”
62 Kemudian, Imam Besar berdiri dan berkata kepada Yesus, “Apakah Engkau tidak punya jawaban? Apa yang orang-orang ini saksikan terhadap-Mu?”
63 Namun, Yesus tetap diam. Dan, Imam Besar itu berkata kepada Yesus, “Aku menyumpahi-Mu demi Allah yang hidup agar Engkau mengatakan kepada kami, apakah Engkau adalah Mesias, Anak Allah?”
64 Yesus berkata kepada-Nya, “Kamu telah mengatakannya sendiri. Akan tetapi, Aku mengatakan kepadamu bahwa mulai dari sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa, dan datang di atas awan-awan di langit.”
65 Kemudian, Imam Besar merobek pakaiannya dan berkata, “Dia sudah menghujat! Apakah lagi perlunya para saksi? Lihat, sekarang kamu sudah mendengar hujatan-Nya.
66 Bagaimana pendapatmu?” Para pemimpin Yahudi itu menjawab, “Ia pantas dihukum mati.”
67 Kemudian, mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya. Dan, yang lain menampar-Nya.
68 Mereka berkata, “Bernubuatlah terhadap kami, hai Mesias; siapakah yang memukul Engkau?”
69 Sekarang, Petrus duduk di luar halaman dan seorang pelayan perempuan datang kepadanya dan berkata, “Kamu juga bersama dengan Yesus, orang Galilea itu.”
70 Namun, Petrus menyangkalnya di depan mereka semua, katanya, “Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan.”
71 Ketika Petrus keluar ke pintu gerbang, pelayan perempuan yang lainnya melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di sana, “Orang ini bersama-sama dengan Yesus dari Nazaret itu.”
72 Dan, sekali lagi Petrus menyangkalnya dengan sumpah, “Aku tidak mengenal Orang itu.”
73 Tidak lama kemudian, orang-orang yang berdiri di situ mendekati Petrus dan berkata, “Pasti kamu juga adalah salah satu dari mereka karena logatmu membuatmu jelas.”
74 Kemudian, Petrus mulai mengutuk dan bersumpah, katanya, “Aku tidak mengenal Orang itu.” Dan, tiba-tiba, ayam jantan berkokok.
75 Dan, Petrus teringat akan perkataan Yesus, “Sebelum ayam jantan berkokok, kamu akan menyangkali Aku tiga kali.” Kemudian, Petrus keluar dan menangis dengan sangat sedih.
Matius 27 (AYT)
1 Sekarang, ketika pagi datang, semua imam kepala dan para tua-tua bangsa itu mengambil keputusan bersama mengenai Yesus untuk menghukum mati Dia.
3 Ketika Yudas, yang menyerahkan Yesus, melihat bahwa Yesus dijatuhi hukuman, ia merasa menyesal dan mengembalikan 30 keping perak kepada imam-imam kepala dan para tua-tua,
4 katanya, “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah yang tidak bersalah.” Akan tetapi, mereka berkata, “Apa urusannya dengan kami? Itu urusanmu!”
5 Dan, Yudas melemparkan keping-keping perak itu ke dalam Bait Allah dan meninggalkannya. Lalu, ia pergi dan menggantung dirinya.
6 Akan tetapi, imam-imam kepala mengambil keping-keping perak itu dan berkata, “Tidak dibenarkan untuk menyimpannya dalam perbendaharaan karena ini adalah harga darah.”
7 Maka, mereka mengambil keputusan bersama dan dengan uang itu, mereka membeli tanah tukang periuk sebagai tempat pekuburan untuk orang-orang asing.
8 Itulah sebabnya, tanah itu disebut ‘Tanah Darah’ sampai hari ini.
9 Dengan demikian, genaplah apa yang dikatakan Nabi Yeremia: “Kemudian, mereka mengambil 30 keping perak. Itulah harga untuk diri-Nya yang telah ditaksirkan oleh orang-orang Israel.
10 Mereka menggunakannya untuk membeli tanah tukang periuk, seperti yang telah Tuhan perintahkan kepadaku.”
Markus 14 (AYT)
53 Mereka membawa Yesus kepada Imam Besar. Semua imam kepala, dan tua-tua, dan ahli-ahli Taurat berkumpul bersama.
54 Petrus mengikuti Yesus dari jauh, sampai ke halaman rumah Imam Besar. Di sana, dia duduk bersama para pengawal sambil menghangatkan diri di perapian.
55 Para imam kepala dan seluruh Mahkamah Agama terus mencari kesaksian yang melawan Yesus supaya mereka dapat membunuh-Nya, tetapi mereka tidak menemukan apa-apa.
56 Sebab, banyak orang memberikan kesaksian palsu untuk melawan-Nya, tetapi kesaksian mereka tidak sesuai satu sama lain.
57 Beberapa orang berdiri dan memberi kesaksian palsu untuk melawan Yesus, katanya,
58 “Kami mendengar Dia berkata, ‘Aku akan merobohkan Bait Allah yang dibuat oleh tangan, dan dalam tiga hari, Aku akan membangun yang lain, yang tidak dibuat oleh tangan.”
59 Namun, tentang hal itu pun, kesaksian mereka tidak sesuai satu sama lain.
60 Lalu, Imam Besar berdiri di hadapan mereka dan bertanya kepada Yesus, “Apakah Engkau tidak memberi jawaban? Orang-orang ini bersaksi untuk melawan-Mu.”
61 Akan tetapi, Dia tetap diam dan tidak menjawab. Imam Besar bertanya lagi kepada Yesus, “Apakah Engkau Mesias, Anak dari yang Terpuji?”
62 Yesus berkata, “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang dengan awan-awan di langit.”
63 Imam Besar merobek jubahnya, dan berkata, “Mengapa kita masih perlu saksi?
64 Kamu telah mendengar hujatan-Nya. Apa keputusanmu?” Mereka semua menjatuhkan hukuman yang setimpal dengan hukuman mati.
65 Beberapa orang mulai meludahi Dia, dan menutup muka-Nya, dan meninju-Nya, dan berkata kepada-Nya, “Bernubuatlah!” Para pengawal mengambil dan menampar-Nya.
66 Sementara Petrus ada di bawah, di halaman rumah Imam Besar, seorang dari pelayan perempuan Imam Besar datang.
67 Ketika melihat Petrus sedang menghangatkan diri, pelayan itu menatapnya dan berkata, “Kamu juga bersama Yesus, Orang Nazaret itu.”
68 Namun, Petrus menyangkalinya sambil berkata, “Aku tidak tahu, juga tidak mengerti apa yang kamu katakan.” Lalu, dia pergi ke pintu gerbang, dan ayam jantan berkokok.
69 Pelayan perempuan itu melihat Petrus sekali lagi dan mulai berkata lagi kepada orang-orang yang berdiri, “Ini salah satu dari mereka.”
70 Sekali lagi, Petrus menyangkalinya. Tidak lama setelah itu, orang-orang yang berdiri berkata lagi kepada Petrus, “Benar, kamu salah satu dari mereka karena kamu orang Galilea.”
71 Petrus mulai mengutuki dan bersumpah, “Aku tidak kenal Orang yang kamu katakan itu!”
72 Segera ayam jantan berkokok untuk kedua kalinya, dan Petrus teringat perkataan yang telah Yesus katakan kepadanya, “Sebelum ayam jantan berkokok dua kali, kamu akan menyangkali Aku tiga kali.” Lalu, Petrus tidak dapat menahan tangisnya.
Markus 15 (AYT)
1 Pagi-pagi sekali, imam-imam kepala mengadakan perundingan dengan para tua-tua, dan ahli-ahli Taurat, serta seluruh Majelis Besar. Mereka mengikat Yesus, membawa-Nya pergi, dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus.
Lukas 22 (AYT)
54 Setelah menangkap-Nya, orang-orang itu pun menggiring dan membawa Yesus ke rumah Imam Besar. Akan tetapi, Petrus mengikuti mereka dari jauh.
55 Setelah orang-orang itu menyalakan api di tengah-tengah halaman dan duduk bersama-sama, Petrus juga duduk di antara mereka.
56 Namun, seorang pelayan perempuan yang melihat Petrus duduk di dekat perapian itu mengamati wajah Petrus, lalu berkata, “Orang ini juga bersama dengan-Nya.”
57 Namun, Petrus menyangkal, katanya, “Hai perempuan, aku tidak mengenal Dia.”
58 Tidak lama kemudian, seorang yang lain melihatnya dan berkata, “Kamu juga termasuk salah satu dari mereka!” Namun Petrus berkata, “Tidak, aku bukan salah satu dari mereka!”
59 Kira-kira satu jam kemudian, seorang yang lain lagi berkata dengan yakin, “Pasti orang ini juga bersama dengan-Nya, sebab ia juga orang Galilea.”
60 Akan tetapi, Petrus berkata, “Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan!” Saat itu juga, selagi Petrus masih berbicara, ayam jantan pun berkokok.
61 Lalu, Yesus berpaling dan memandang Petrus. Petrus pun teringat akan perkataan Yesus, bahwa Dia berkata kepadanya, “Sebelum ayam jantan berkokok hari ini, kamu sudah menyangkali Aku sebanyak tiga kali.”
62 Kemudian, Petrus keluar dan menangis dengan amat sedih.
63 Orang-orang yang menahan Yesus mulai mengejek dan memukuli-Nya.
64 Mereka menutup mata-Nya dan berkata, “Bernubuatlah! Siapa yang memukul Engkau?”
65 Mereka juga mengatakan banyak hal lain yang menentang-Nya dengan menghina-Nya.
66 Keesokan harinya, tua-tua pemimpin Yahudi, imam-imam kepala, serta ahli-ahli Taurat berkumpul dan membawa Yesus ke Mahkamah Agama mereka.
67 Mereka berkata, “Jika Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami.” Namun, Yesus berkata kepada mereka, “Jika Aku memberitahumu, kamu tidak akan percaya kepada-Ku.
68 Dan, jika Aku bertanya kepadamu, kamu tidak akan menjawab.
69 Akan tetapi, mulai sekarang, Anak Manusia akan duduk di sebelah kanan Allah Yang Maha Kuasa.”
70 Mereka semua berkata, “Kalau begitu, apakah Engkau Anak Allah?” Yesus menjawab mereka, “Kamulah yang mengatakan bahwa Akulah Dia.”
71 Kemudian, mereka berkata, “Kesaksian apa lagi yang kita butuhkan? Kita sudah mendengarnya sendiri dari mulut-Nya!”
Yohanes 18 (AYT)
13 dan terlebih dahulu membawa Yesus kepada Hanas, mertua Kayafas, yang adalah Imam Besar pada tahun itu.
14 Dan, Kayafaslah yang menasihati orang-orang Yahudi bahwa adalah hal yang berguna jika satu orang mati demi rakyat.
15 Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Murid yang lain itu dikenal oleh Imam Besar dan dia masuk bersama Yesus ke dalam halaman istana Imam Besar.
16 Akan tetapi, Petrus berdiri di luar, di dekat pintu. Kemudian, murid yang lain itu, yang mengenal Imam Besar, kembali ke luar dan berbicara dengan perempuan penjaga pintu, lalu membawa Petrus masuk.
17 Kemudian, perempuan penjaga pintu itu bertanya kepada Petrus, “Bukankah kamu juga salah seorang murid dari Orang itu?” Petrus menjawab, “Bukan!”
18 Setelah membuat perapian, para pelayan dan perwira berdiri di sana karena waktu itu udara terasa dingin, dan mereka berdiang. Petrus juga bersama mereka, berdiri dan berdiang.
19 Sementara itu, Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.
20 Yesus menjawab dia, “Aku telah berbicara terus terang kepada dunia. Aku selalu mengajar di sinagoge-sinagoge dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul. Aku tidak pernah bicara secara sembunyi-sembunyi.
21 Mengapa kamu bertanya kepada-Ku? Tanyakanlah kepada mereka yang telah mendengar apa yang Aku katakan kepada mereka; mereka tahu apa yang telah Kukatakan.”
22 Ketika Yesus berkata demikian, seorang penjaga yang berdiri di situ menampar muka-Nya dan berkata, “Begitukah cara-Mu menjawab Imam Besar?”
23 Yesus menjawab dia, “Jika Aku mengatakan sesuatu yang salah, tunjukkanlah kesalahannya; tetapi jika yang Kukatakan benar, mengapa kamu menampar Aku?”
24 Lalu, Hanas mengirim Yesus dalam keadaan terikat kepada Imam Besar Kayafas.
25 Sementara itu, Simon Petrus masih berdiri dan berdiang. Lalu, mereka bertanya kepadanya, “Bukankah kamu juga salah satu murid Orang itu?” Petrus menyangkalnya dan menjawab, “Bukan.”
26 Salah seorang pelayan Imam Besar, yang merupakan kerabat dari orang yang telinganya dipotong Petrus, berkata, “Bukankah aku melihat kamu bersama Dia di taman itu?”
27 Sekali lagi, Petrus menyangkalnya, dan seketika itu juga, ayam berkokok.

Masuk Kekota Jerusalem Sampai Naik Kesorga

DIPERIKSA OLEH PENGADILAN SANHEDRIN (Matius 26:57-75; 27:1,3-10; Markus 14:53-72; 15:1; Lukas 22:54-71; Yohanes 18:13-27)

Media Partner: