ZONE / Riwajat Kristus / 01. Dari Palungan di Betlehem Sampai Pemilihan Keduabelas Murid-murid / Hal. 42
Hal. 42
Metode PA: SABDA, WWG.
Matius 9 (AYT)
18 Sementara Yesus mengatakan hal-hal ini kepada mereka, lihat, seorang pemimpin rumah ibadah datang dan menyembah-Nya, dan berkata, “Anak perempuanku baru saja mati. Akan tetapi, datang dan letakkanlah tangan-Mu ke atasnya, maka dia akan hidup.”
19 Lalu, Yesus bangun dan mengikuti orang itu, begitu pula dengan murid-murid-Nya.
20 Dan, lihat, seorang perempuan yang sudah menderita pendarahan selama dua belas tahun mendekati Yesus dari belakang dan menjamah ujung jubah-Nya,
21 sebab perempuan itu berkata kepada dirinya sendiri, “Jika aku menyentuh jubah-Nya saja, aku akan sembuh.”
22 Akan tetapi, Yesus berbalik dan memandang perempuan itu, lalu berkata, “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyembuhkanmu.” Seketika itu juga, sembuhlah perempuan itu.
23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadah itu dan melihat para peniup seruling dan orang banyak yang bising,
24 Dia berkata, “Pergilah, karena anak perempuan itu tidak mati, melainkan sedang tidur.” Dan, mereka menertawakan-Nya.
25 Namun, ketika orang banyak itu sudah diusir keluar, Yesus masuk lalu memegang tangan anak itu, dan anak perempuan itu pun bangun.
26 Dan, berita ini tersebar ke seluruh daerah itu.
Markus 5 (AYT)
22 Lalu, seorang pemimpin sinagoge yang bernama Yairus datang dan ketika melihat Yesus, dia bersujud di kaki-Nya.
23 Dan, dia memohon dengan sungguh kepada Yesus, katanya, “Anak perempuanku yang masih kecil hampir mati. Datang dan letakkanlah tangan-Mu ke atasnya supaya dia dapat sembuh dan hidup.”
24 Lalu Yesus pergi bersama Yairus. Ada sangat banyak orang yang mengikuti Yesus dan mengerumuni-Nya.
25 Ada seorang perempuan yang menderita pendarahan selama dua belas tahun.
26 Dia sudah banyak menderita di bawah banyak tabib, dan sudah menghabiskan semua hartanya, tetapi dia tidak menjadi lebih baik malah bertambah buruk.
27 Ketika mendengar tentang Yesus, perempuan itu mendatangi-Nya dari belakang di tengah-tengah kerumunan dan menjamah jubah-Nya.
28 Karena pikir perempuan itu, “Kalau saja aku dapat menjamah jubah-Nya, aku akan sembuh.”
29 Segera pendarahannya berhenti, dan dia merasakan bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
30 Segera Yesus menyadari ada kuasa yang telah keluar dari-Nya. Dia menoleh ke antara kerumunan itu dan berkata: “Siapa yang menyentuh jubah-Ku?”
31 Akan tetapi, murid-murid-Nya berkata kepada-Nya, “Engkau melihat kerumunan orang banyak yang mendesak-desak-Mu dan Engkau berkata, ‘Siapa yang menjamah-Ku?’”
32 Lalu, Yesus memandangi sekeliling untuk melihat siapa yang telah melakukannya.
33 Namun, perempuan yang mengetahui apa yang telah terjadi pada dirinya itu datang dengan takut dan gemetar, dan jatuh bersujud di hadapan Yesus dan menceritakan kepada-Nya seluruh kebenaran.
34 Kemudian, Yesus berkata kepada perempuan itu, “Anak-Ku, imanmu telah menyelamatkanmu. Pergilah dalam damai dan sembuhlah dari penyakitmu.”
35 Sementara Yesus masih berbicara, beberapa orang dari rumah kepala sinagoge datang dan berkata, “Anakmu sudah mati. Mengapa masih mengganggu Guru lagi?”
36 Akan tetapi, mendengar apa yang mereka katakan, Yesus berkata kepada kepala sinagoge itu, “Jangan takut, percaya saja.”
37 Lalu, Yesus tidak mengizinkan seorang pun mengikuti-Nya, kecuali Petrus, dan Yakobus, dan Yohanes, saudara Yakobus.
38 Sesampainya di rumah kepala sinagoge itu, Dia melihat keributan, dan orang-orang menangis serta meratap dengan suara yang keras.
39 Ketika Yesus masuk, Dia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak itu tidak mati, tetapi sedang tidur.”
40 Namun, mereka menertawakan Yesus. Lalu, Dia menyuruh mereka semua keluar dan mengajak ayah dan ibu anak itu, serta orang-orang yang bersama-Nya, untuk masuk ke ruangan tempat anak kecil itu berada.
41 Kemudian, Dia memegang tangan anak itu dan berkata kepadanya, “Talita kum!”, yang artinya, “Gadis kecil, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”
42 Dengan segera, anak perempuan itu berdiri dan mulai berjalan-jalan, karena dia sudah berumur dua belas tahun, dan mereka semua diliputi rasa sangat takjub.
43 Lalu, Yesus memberi perintah dengan tegas kepada mereka agar jangan ada seorang pun yang mengetahui hal ini, dan mengatakan kepada mereka agar memberi anak itu makan.
Lukas 8 (AYT)
41 Di situ ada seseorang bernama Yairus yang datang kepada-Nya, ia adalah seorang kepala sinagoge. Sambil sujud menyembah di kaki Yesus, Yairus memohon supaya Dia datang ke rumahnya
42 karena ia memiliki seorang putri tunggal yang kira-kira berumur dua belas tahun, dan anak itu hampir mati. Dan, ketika Yesus menuju ke sana, orang banyak berdesak-desakan di sekeliling-Nya.
43 Di situ ada seorang perempuan yang sudah menderita pendarahan berat selama 12 tahun, dan tidak seorang pun yang dapat menyembuhkannya.
44 Perempuan itu mendekati Yesus dari belakang dan menyentuh ujung jubah-Nya, maka seketika itu juga pendarahannya berhenti.
45 Lalu, Yesus berkata, “Siapa yang menyentuh-Ku?” Karena semua orang menyangkal, Petrus berkata, “Guru, orang banyak berkumpul di sekeliling-Mu dan berdesak-desakan dengan-Mu!”
46 Akan tetapi, Yesus berkata, “Seseorang menyentuh-Ku karena Aku merasa ada kuasa yang keluar dari-Ku.”
47 Ketika perempuan itu melihat bahwa ia tidak dapat menyembunyikan diri, ia datang kepada Yesus dengan gemetar dan bersujud di hadapan-Nya. Di depan semua orang, ia menceritakan mengapa ia menyentuh Yesus, dan bagaimana ia dengan seketika disembuhkan.
48 Kemudian, Yesus berkata kepadanya, “Anak-Ku, imanmu telah menyembuhkanmu. Pergilah dalam damai sejahtera.”
49 Ketika Yesus masih berbicara, seseorang dari rumah kepala sinagoge itu datang dan berkata kepada Yairus, “Putrimu sudah meninggal. Jangan lagi merepotkan Guru.”
50 Akan tetapi, mendengar hal itu Yesus berkata kepada Yairus, “Jangan takut. Percaya saja dan anakmu akan selamat.”
51 Ketika Yesus sampai di rumah Yairus, Dia tidak memperbolehkan siapa pun masuk bersama-Nya kecuali Petrus, Yohanes, Yakobus, serta ayah dan ibu anak itu.
52 Semua orang menangis dan meratapi anak perempuan, tetapi Yesus berkata, “Jangan menangis, ia tidak meninggal tetapi tidur.”
53 Orang banyak itu pun menertawakan-Nya karena mereka tahu anak perempuan itu sudah meninggal.
54 Akan tetapi, Yesus memegang tangan anak itu dan memanggilnya, “Bangunlah, nak!”
55 Maka, kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia berdiri. Lalu, Yesus memerintahkan agar anak itu diberi sesuatu untuk dimakan.
56 Kedua orang tua anak itu takjub, tetapi Yesus melarang mereka untuk memberi tahu siapa pun tentang apa yang telah terjadi.

Dari Palungan di Betlehem Sampai Pemilihan Keduabelas Murid-murid

ANAK JAIRUS DIHIDUPKAN KEMBALI (Matius 9:18-26; Markus 5:22-43; Lukas 8:41-56)