Bacalah bagian komik yang akan Anda renungkan beserta ayat referensi Alkitab yang tercantum pada setiap halaman komik.
Bacalah juga teks Alkitab tersebut dalam versi Alkitab yang lain (versi bahasa Inggris, bahasa suku, atau bahasa Indonesia terjemahan lain) untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas. Anda dapat menggunakan aplikasi Alkitab SABDA, situs Alkitab SABDA, atau Software SABDA untuk mendapatkan berbagai versi Alkitab.
Libatkan pancaindra Anda untuk menangkap fakta-fakta dengan lebih jelas, terutama kejadian-kejadian yang digambarkan dalam komik.
Lakukanlah observasi isi teks Alkitab dengan pertanyaan: siapa, apa, kapan, di mana, dan bagaimana.
Telitilah kata-kata penting, kata-kata sulit, atau kata-kata yang diulang-ulang dengan melihat latar belakang (tokoh, tempat, dan peristiwa) dari komik atau teks Alkitab yang sedang Anda pelajari.
Carilah sumber-sumber Referensi biblika untuk mendapatkan konteksnya sehingga dapat memperkaya pemahaman. Anda dapat menggunakan aplikasi Android Alkitab SABDA, Kamus Alkitab, Alkitab PEDIA, Tafsiran, dan Peta Alkitab (dapatkan di http://android.sabda.org).
Catatlah semua hasil langkah Simak dan Analisa sebanyak yang bisa didapatkan.
Mintalah kepada Roh Kudus untuk menolong Anda menyimpulkan pelajaran apa yang Tuhan ingin ajarkan kepada Anda.
Gunakanlah pertanyaan yang dapat menolong, seperti: prinsip, pola, atau pengertian apa yang Anda dapatkan dari firman Tuhan hari ini? Apa relevansinya bagi diri Anda, kelompok, atau keluarga?
Ucapkanlah syukur kepada Tuhan, khususnya untuk apa yang Anda alami selama 24 jam terakhir. Lalu, berdoalah untuk komik dan teks Alkitab yang akan Anda renungkan hari ini.
Bacalah bagian komik dan teks Alkitabnya secara cepat dan cermat. Dari semua bagian peristiwa yang diceritakan dalam komik, ambillah satu peristiwa/gambar/dialog yang paling berkesan menurut Anda. Renungkanlah dengan lebih mendalam, lalu simpulkan kesan dan pelajaran penting yang Anda dapatkan hari ini. Tulislah hasil renungan dan pelajaran tersebut untuk menjadi pengingat bagi Anda.
Tutuplah dengan ucapan syukur atas pelajaran firman Tuhan yang Anda dapatkan hari ini. Dengan pimpinan Roh Kudus, ambillah komitmen untuk menjalankannya dalam hidup Anda.
4 Kemudian, mereka berkata, “Mari kita membangun kota bagi kita dengan menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita membuat nama bagi kita supaya kita jangan tersebar ke seluruh muka bumi.”
Garis Besar: 11:1 Satu bahasa di dunia. 11:2 Pembangunan Babel. 11:5 Terhenti karena kekacauan bahasa, dan orang-orang diserakkan. 11:10 Daftar keturunan Sem. 11:27 Daftar keturunan Terah, ayah Abram. 11:31 Terah bersama Abram dan Lot, pindah dari Ur ke Haran.
Judul Perikop: Menara Babel (11:1-9) Keturunan Sem (11:10-26) Daftar keturunan Terah (11:27-32)
Kesimpulan: Manusia pernah membangun di bawah langit, mencari nama dan bagian di bumi. Orang percaya membangun di dasar yang tidak akan musnah yang terdapat di Surga dengan Allah. Muslihat manusia gagal.
Fakta: Meninggikan manusia tanpa Allah di dalam Kristus berarti meninggikan dia ke ketinggian yang memusingkan darimana dia pasti akan terjatuh dalam keputusasaan.
Ringkasan: Pada pasal 11 Kitab Kejadian, manusia hidup dengan satu bahasa dan membangun kota Babel dengan menara yang tingginya mencapai langit. Tuhan turun untuk melihatnya dan memutuskan untuk mengacaukan bahasa mereka agar tidak dapat memahami satu sama lain. Tuhan kemudian mencerai-beraikan mereka ke seluruh bumi dan mereka berhenti membangun kota itu. Pasal ini juga mencatat keturunan Sem, termasuk Arpakhsad, Selah, Eber, Peleg, Rehu, Serug, Nahor, dan Terah, yang menjadi ayah Abram, Nahor, dan Haran. Terah membawa keluarganya dari Ur-Kasdim ke tanah Kanaan, tetapi mereka menetap di Haran dan Terah meninggal di sana setelah hidup selama 205 tahun.
Pengantar & Latar Belakang: Latar belakang dari pasal ke-11 dari Kitab Kejadian adalah sebagai berikut:
Konteks Historis:
Pasal ke-11 ini terjadi setelah peristiwa Air Bah yang terjadi pada pasal sebelumnya. Setelah Air Bah, manusia mulai berkumpul di Babel dan membangun sebuah kota dengan menara yang tinggi. Ini terjadi sekitar 2000-3000 SM, pada masa ketika manusia mulai bermigrasi dan membentuk peradaban awal.
Konteks Budaya:
Pada masa itu, manusia masih hidup dalam kelompok-kelompok kecil dan belum memiliki bahasa yang beragam. Mereka juga masih memiliki keyakinan dan praktik-praktik agama yang berbeda-beda.
Konteks Literatur:
Pasal ke-11 ini merupakan bagian dari Kitab Kejadian, yang merupakan bagian pertama dari Alkitab. Kitab Kejadian berisi tentang penciptaan dunia, asal-usul manusia, dan sejarah awal umat manusia.
Konteks Teologis:
Pasal ke-11 ini menyoroti kebanggaan dan kesombongan manusia dalam mencoba mencapai kemuliaan dan kebesaran mereka sendiri, tanpa mengakui dan menghormati Allah. Ini menggambarkan dosa manusia yang ingin menjadi seperti Allah dan menentang kehendak-Nya.
Ayat-ayat sebelumnya:
Sebelum pasal ke-11, terdapat beberapa peristiwa penting dalam Kitab Kejadian, seperti penciptaan dunia, penciptaan manusia, dosa asal manusia, dan perjanjian Allah dengan Nuh setelah Air Bah. Pasal ke-11 dimulai dengan menceritakan tentang manusia yang berkumpul di Babel dan membangun menara yang tinggi.
Demikianlah latar belakang singkat dari pasal ke-11 Kitab Kejadian, yang mencakup konteks historis, budaya, literatur, dan teologisnya, serta apa yang terjadi dalam ayat-ayat sebelumnya.
Topik: Berikut adalah beberapa topik penting dalam Kitab Kejadian pasal 11:
1. Pembangunan Menara Babel (Kejadian 11:1-9)
- Manusia membangun kota dan menara yang tingginya sampai ke langit.
- Tuhan turun untuk melihat dan mengacaukan bahasa mereka.
- Tuhan mencerai-beraikan mereka ke seluruh bumi.
2. Penyebaran Bahasa dan Bangsa (Kejadian 11:9)
- Tuhan mengacaukan bahasa manusia sehingga mereka tidak dapat memahami satu sama lain.
- Tuhan mencerai-beraikan mereka ke seluruh muka bumi.
3. Keturunan Sem (Kejadian 11:10-26)
- Daftar keturunan Sem dari Arpakhsad hingga Terah.
- Menyebutkan nama-nama keturunan Sem dan usia hidup mereka.
4. Perjalanan Terah dan Keluarganya (Kejadian 11:27-32)
- Terah membawa Abram, Lot, dan Sarai ke tanah Kanaan.
- Mereka menetap di Haran dan Terah meninggal di sana.
5. Sarai yang Mandul (Kejadian 11:30)
- Sarai, istri Abram, tidak memiliki anak.
- Ini menjadi masalah penting dalam cerita keluarga Abram.
6. Persiapan untuk Kisah Abram (Kejadian 11:27-32)
- Menyebutkan kelahiran Abram, Nahor, dan Haran.
- Menyebutkan bahwa Lot adalah anak Haran.
7. Umur Hidup Terah (Kejadian 11:32)
- Terah hidup selama 205 tahun sebelum meninggal di Haran.
Catatan: Ayat referensi yang diberikan hanya mencakup seluruh pasal 11 dalam Kitab Kejadian.
Nama dan Tempat: Orang-orang:
- Sem: Keturunan Nuh, ayah Arpakhsad.
- Arpakhsad: Anak Sem, ayah Selah.
- Selah: Anak Arpakhsad, ayah Eber.
- Eber: Anak Selah, ayah Peleg.
- Peleg: Anak Eber, ayah Rehu.
- Rehu: Anak Peleg, ayah Serug.
- Serug: Anak Rehu, ayah Nahor.
- Nahor: Anak Serug, ayah Terah.
- Terah: Ayah Abram, Nahor, dan Haran.
- Abram: Anak Terah, suami Sarai.
- Sarai: Istri Abram, mandul dan tidak memiliki anak.
- Lot: Anak Haran, cucu Terah.
Lokasi:
- Bumi: Seluruh dunia pada saat itu.
- Tanah Sinear: Dataran di mana orang-orang menetap dan membangun kota.
- Babel: Tempat di mana TUHAN mengacaukan bahasa dan mencerai-beraikan orang-orang ke seluruh bumi.
-