ZONE / Komik Alkitab Bergambar / 04. Merindukan Raja / Hal. 101
Hal. 101
Metode PA: SABDA, WWG.
Yeremia 39 (AYT)
1 Pada tahun kesembilan pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, pada bulan kesepuluh, Nebukadnezar, raja Babel, datang bersama seluruh pasukannya untuk melawan Yerusalem dan mengepungnya.
2 Pada tahun kesebelas pemerintahan Zedekia, pada bulan keempat hari kesembilan bulan itu, tembok kota telah diterobos.
3 Kemudian, semua perwira raja Babel masuk dan duduk di Pintu Gerbang Tengah. Mereka adalah Nergal-Sarezer, Samgarnebo, Sarsekim, kepala pejabat, Nergal-Sarezer, pejabat tinggi, dan semua pejabat raja Babel lainnya.
4 Ketika Zedekia, raja Yehuda, dan semua tentara melihat orang-orang itu, mereka melarikan diri. Mereka meninggalkan kota itu pada malam hari melalui jalan taman raja dan pintu gerbang di antara dua tembok. Mereka pun lari menuju Araba.
5 Akan tetapi, tentara orang-orang Kasdim mengejar mereka dan menyusul Zedekia di dataran Yerikho. Setelah mereka menangkapnya, mereka membawanya kepada Nebukadnezar, raja Babel, di Ribla, di tanah Hamat. Nebukadnezar pun menjatuhkan hukuman atasnya.
6 Kemudian, Raja Babel menyembelih anak-anak Zedekia di Ribla, di depan matanya. Raja Babel juga membunuh semua bangsawan Yehuda.
7 Dia mencungkil mata Zedekia dan mengikatnya dengan rantai tembaga untuk dibawa ke Babel.
8 Orang-orang Kasdim membakar istana raja dan rumah-rumah penduduk dengan api, dan merobohkan tembok-tembok Yerusalem.
9 Lalu, Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, membuang ke Babel sisa-sisa rakyat yang tertinggal di kota itu, mereka yang membelot kepadanya, dan sisa-sisa rakyat yang masih tinggal.
10 Akan tetapi, Nebuzaradan, kepala pengawal, meninggalkan orang-orang miskin yang tidak mempunyai apa-apa di tanah Yehuda, dan memberi mereka kebun-kebun anggur dan juga ladang-ladang di hari itu.
11 Nebukadnezar, raja Babel, memberi perintah mengenai Yeremia kepada Nebuzaradan, kepala pengawal, katanya,
12 “Bawa dia dan jaga dia, dan jangan lakukan hal yang buruk kepadanya, melainkan perlakukan dia sesuai apa yang dia katakan kepadamu.”
13 Maka Nebuzaradan, kepala pengawal, bersama Nebusyazban, kepala pejabat, Nergal-Sarezer, pejabat tinggi, dan semua pejabat Raja Babel yang lainnya mengutus orang,
14 bahkan mereka menyuruh orang dan menjemput Yeremia keluar dari halaman penjara, dan menyerahkannya kepada Gedalya, anak Ahikam, anak Safan, supaya dia membawa Yeremia pulang. Jadi, Yeremia tinggal di tengah-tengah rakyat itu.
Yeremia 40 (AYT)
1 Firman yang datang kepada Yeremia dari TUHAN setelah Nebuzaradan, kepala pengawal, membebaskannya dari Rama, ketika dia mengambilnya dalam keadaan diikat rantai di antara semua tawanan Yerusalem dan Yehuda, yang dibuang ke Babel.
2 Kepala pengawal itu membawa Yeremia dan berkata kepadanya, “TUHAN, Allahmu, menyatakan bencana ini terhadap tempat ini.
3 Sekarang, TUHAN telah mendatangkannya dan melakukannya seperti yang telah Dia firmankan. Karena kamu berdosa terhadap TUHAN dan tidak mematuhi suara-Nya, maka hal ini terjadi kepadamu.
4 Sekarang, lihatlah, aku melepaskan kamu hari ini dari rantai-rantai yang mengikat tanganmu. Jika menurutmu baik untuk datang bersamaku ke Babel, datanglah, dan aku akan menjagamu. Akan tetapi, jika menurutmu salah untuk datang ke Babel bersamaku, jangan datang. Lihatlah, seluruh negeri ini ada di hadapanmu. Pergilah ke mana saja yang menurutmu baik dan benar untuk pergi.”
5 Sebelum Yeremia berbalik, dia berkata, “Kembalilah kepada Gedalya, anak Ahikam, anak Safan, yang dijadikan gubernur oleh raja Babel atas kota-kota Yehuda. Tinggallah bersamanya di tengah-tengah bangsa itu. Atau, pergilah ke tempat mana pun yang tepat menurutmu.” Kemudian, kepala pengawal itu memberinya persediaan makanan dan hadiah, lalu membiarkannya pergi.
6 Kemudian, Yeremia pergi kepada Gedalya, anak Ahikam, di Mizpa, dan tinggal bersamanya di antara rakyat yang tersisa di negeri itu.
7 Ketika semua kepala tentara dan anak buah mereka yang masih ada di ladang mendengar bahwa raja Babel telah menunjuk Gedalya, anak Ahikam, menjadi gubernur di negeri itu dan memercayakan kepadanya laki-laki, perempuan, dan anak-anak, serta orang-orang termiskin di negeri itu, yang tidak diangkut ke Babel,
8 maka mereka datang menghadap Gedalya di Mizpa. Mereka adalah Ismael, anak Netanya; Yohanan dan Yonatan, anak-anak Kareah; Seraya, anak Tanhumet; anak-anak Efai, orang Netofa; dan Yezanya, anak orang Maakha; beserta pasukan mereka.
9 Gedalya, anak Ahikam, anak Safan, bersumpah kepada mereka dan pasukan mereka, katanya, “Jangan takut melayani orang-orang Kasdim. Tinggallah di negeri ini dan layanilah Raja Babel, maka kamu akan baik-baik saja.
10 Mengenai aku, aku akan tinggal di Mizpa untuk mewakili kamu di hadapan orang-orang Kasdim yang datang kepada kita, tetapi kamu, kumpulkanlah air anggur dan buah-buahan musim panas, dan minyak, dan simpanlah semuanya itu di bejanamu, serta tinggallah di kota-kotamu yang telah kamu duduki.”
11 Demikian juga, ketika semua orang Yahudi yang ada di Moab, dan di antara orang-orang Amon, dan di Edom, dan di negeri-negeri lain mendengar bahwa Raja Babel telah meninggalkan sisa-sisa Yehuda, dan bahwa dia telah menunjuk Gedalya, anak Ahikam, anak Safan, menjadi gubernur atas mereka,
12 maka semua orang Yahudi itu kembali dari semua tempat ke mana mereka telah diserakkan, dan datang ke negeri Yehuda, kepada Gedalya di Mizpa. Dan, mereka mengumpulkan air anggur dan buah-buahan musim panas yang sangat banyak.
13 Yohanan, anak Kareah, dan semua kepala pasukan yang ada di ladang, datang kepada Gedalya di Mizpa
14 dan berkata kepadanya, “Apakah kamu tahu bahwa Baalis, raja orang-orang Amon, telah mengutus Ismael, anak Netanya, untuk membunuhmu?” Akan tetapi, Gedalya, anak Ahikam, tidak memercayai mereka.
15 Kemudian, Yohanan, anak Kareah, berbicara secara rahasia kepada Gedalya di Mizpa, katanya, “Izinkan aku pergi dan membunuh Ismael, anak Netanya, dan tidak akan ada seorang pun yang tahu. Mengapa dia harus membunuhmu sehingga semua orang Yahudi yang dikumpulkan kepadamu harus dicerai-beraikan, dan sisa-sisa Yehuda akan binasa?”
16 Akan tetapi, Gedalya, anak Ahikam, berkata kepada Yohanan, anak Kareah, “Kamu seharusnya tidak melakukan hal ini karena kamu mengatakan dusta tentang Ismael.”
Yeremia 41 (AYT)
1 Pada bulan ketujuh, Ismael, anak Netanya, anak Elisama, yang adalah keturunan kerajaan dan salah satu pejabat raja, datang bersama sepuluh orang kepada Gedalya, anak Ahikam, di Mizpa. Ketika mereka makan roti bersama-sama di Mizpa,
2 Ismael, anak Netanya, dan sepuluh orang yang bersamanya berdiri dan membunuh Gedalya, anak Ahikam, anak Safan, dengan pedang. Demikianlah mereka membunuh dia yang ditunjuk raja Babel menjadi gubernur di negeri itu.
3 Ismael juga membunuh semua orang Yahudi yang bersamanya, yaitu yang bersama Gedalya di Mizpa, dan orang-orang Kasdim yang ditemukan di sana, yaitu para tentara perang.
4 Keesokan harinya, setelah pembunuhan Gedalya, sebelum seorang pun mengetahuinya,
5 datanglah beberapa orang dari Sikhem, Silo, dan Samaria, delapan puluh orang jumlahnya, dengan jenggot mereka tercukur, dan pakaian mereka robek-robek, dan tubuh mereka tertoreh-toreh, membawa kurban biji-bijian dan kemenyan untuk dipersembahkan di rumah TUHAN.
6 Lalu, Ismael, anak Netanya, keluar dari Mizpa untuk menemui mereka, sambil menangis dalam perjalanan. Setelah dia bertemu mereka, dia berkata kepada mereka, “Pergilah kepada Gedalya, anak Ahikam.”
7 Ketika mereka tiba di tengah kota, Ismael, anak Netanya, dan orang-orang yang bersamanya membunuh mereka dan membuang mayat mereka ke dalam sumur.
8 Akan tetapi, ada sepuluh orang di antara mereka yang berkata kepada Ismael, “Jangan bunuh kami karena kami memiliki simpanan gandum, jelai, minyak, dan madu yang tersembunyi di ladang.” Karena itu, dia menahan diri dan tidak membunuh mereka bersama teman-teman mereka.
9 Adapun sumur tempat Ismael membuang mayat orang-orang yang telah dia bunuh karena Gedalya, adalah sumur yang dibuat oleh Raja Asa sebagai pertahanan terhadap Baesa, raja Israel. Ismael, anak Netanya, memenuhinya dengan mayat orang-orang yang dibunuh itu.
10 Lalu, Ismael menawan semua orang yang tersisa di Mizpa, anak-anak perempuan raja dan semua orang yang tertinggal di Mizpa, yang telah diserahkan Nebuzaradan, kepala pengawal, kepada Gedalya, anak Ahikam. Ismael, anak Netanya, mengangkut mereka sebagai tawanan, dan pergi menyeberang ke daerah bani Amon.
11 Namun, ketika Yohanan, anak Kareah, dan semua kepala pasukan yang bersamanya mendengar hal-hal jahat yang telah dilakukan Ismael, anak Netanya,
12 mereka mengumpulkan semua pasukan mereka dan pergi untuk berperang melawan Ismael, anak Netanya. Mereka menemukan dia di dekat kolam besar yang ada di Gibeon.
13 Ketika semua orang yang bersama Ismael melihat Yohanan, anak Kareah, dan semua kepala pasukan ada bersamanya, mereka bergembira.
14 Semua orang yang dibawa Ismael sebagai tawanan dari Mizpa berbalik dan kembali, dan pergi kepada Yohanan, anak Kareah.
15 Akan tetapi, Ismael, anak Netanya, melarikan diri dari Yohanan bersama delapan orang, dan pergi ke daerah bani Amon.
16 Kemudian, Yohanan, anak Kareah, dan semua kepala pasukan yang bersamanya membawa dari Mizpa semua orang yang tersisa, yang dia dapatkan kembali dari Ismael, anak Netanya, setelah dia membunuh Gedalya, anak Ahikam, yaitu para tentara, perempuan, anak-anak, dan sida-sida, yang Yohanan bawa kembali dari Gibeon.
17 Mereka pergi dan tinggal di penginapan milik Kimham, di dekat Betlehem, dengan maksud untuk pergi ke Mesir.
18 Mereka takut kepada orang Kasdim karena Ismael, anak Netanya, telah membunuh Gedalya, anak Ahikam, yang telah dijadikan sebagai gubernur negeri itu oleh Raja Babel.
Yeremia 42 (AYT)
1 Kemudian, semua kepala pasukan, termasuk Yohanan, anak Kareah, Yezanya, anak Hosaya, dan semua orang dari yang paling kecil hingga paling besar, datang mendekat,
2 dan berkata kepada Nabi Yeremia, “Biarlah permohonan kami sampai ke hadapanmu, dan berdoalah kepada TUHAN, Allahmu, bagi kami, semua orang yang tersisa ini karena kami yang tertinggal hanya sedikit, seperti yang matamu lihat atas kami,
3 supaya TUHAN, Allahmu, memberi tahu kami jalan yang harus kami tempuh dan hal yang harus kami lakukan.”
4 Nabi Yeremia berkata kepada mereka, “Aku telah mendengarmu. Ketahuilah, aku akan berdoa kepada TUHAN, Allahmu, sesuai dengan kata-katamu itu, dan apa pun yang TUHAN firmankan kepadamu akan aku beritahukan kepadamu. Aku tidak akan menahan apa pun darimu.”
5 Mereka berkata kepada Yeremia, “Semoga TUHAN menjadi Saksi yang benar dan setia terhadap kami jika kami tidak berbuat sesuai dengan semua pesan yang TUHAN, Allahmu, kirimkan kepadamu untuk kami.
6 Entah itu baik atau buruk, kami akan mematuhi suara TUHAN, Allah kita, yang kepada-Nya kami mengutusmu, supaya keadaan kami baik-baik saja karena kami menaati suara TUHAN, Allah kami.”
7 Setelah sepuluh hari, firman TUHAN datang kepada Yeremia.
8 Kemudian, Yeremia memanggil Yohanan, anak Kareah, dan semua kepala pasukan yang bersamanya, dan semua orang dari yang terkecil hingga yang terbesar,
9 dan berkata kepada mereka, “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel, yang kepadanya kamu mengutusku untuk mengajukan permohonan ke hadapan-Nya,
10 ‘Jika kamu benar-benar akan tinggal di negeri ini, Aku akan mendirikanmu dan tidak akan merobohkanmu, Aku akan menanammu, dan tidak akan mencabutmu karena Aku akan menyesali bencana yang telah Aku datangkan kepadamu.
11 Jangan takut kepada Raja Babel, yang kamu takuti,’ firman TUHAN, ‘karena Aku menyertaimu untuk menyelamatkan dan membebaskan kamu dari tangannya.
12 Aku akan menunjukkan belas kasihan kepadamu sehingga dia akan berbelaskasihan kepadamu dan membiarkanmu kembali ke negerimu sendiri.’
13 Akan tetapi, jika kamu berkata, ‘Kami tidak akan tinggal di negeri ini,’ ataupun tidak menaati suara TUHAN Allahmu,
14 dengan berkata, ‘Tidak, kami akan pergi ke negeri Mesir. Di sana, kami tidak akan melihat perang atau mendengar suara trompet, atau kelaparan akan roti, di sanalah kami akan tinggal,’
15 maka dengarlah firman TUHAN, hai sisa-sisa Yehuda. Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, ‘Jika kamu benar-benar menghadapkan wajahmu untuk masuk ke Mesir, dan pergi untuk tinggal di sana,
16 maka pedang yang kamu takuti itu akan mengejarmu di sana, di negeri Mesir; dan kelaparan yang kamu khawatirkan akan mengikutimu di dekat sana, di Mesir. Dan, di sana kamu akan mati.
17 Begitulah semua orang yang menghadapkan wajahnya untuk pergi ke Mesir, untuk tinggal di sana, mereka akan mati oleh pedang, oleh kelaparan, dan oleh penyakit sampar. Tidak seorang pun dari mereka akan tersisa atau terluput dari bencana yang akan Aku timpakan ke atas mereka.’
18 Sebab, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, ‘Sebagaimana kemarahan-Ku dan murka-Ku telah dicurahkan ke atas penduduk Yerusalem, demikianlah murka-ku akan dicurahkan ke atasmu ketika kamu memasuki Mesir. Dan, kamu akan menjadi suatu umpatan, kengerian, kutuk, dan hinaan, dan kamu tidak akan melihat tempat ini lagi.’
19 TUHAN telah berfirman kepadamu, hai sisa orang-orang Yehuda, ‘Jangan pergi ke Mesir!’ Perhatikanlah baik-baik bahwa Aku telah memperingatkanmu hari ini.
20 Sebab, kamu telah menipu diri dengan mempertaruhkan nyawamu ketika kamu mengutus aku kepada TUHAN Allahmu, dengan berkata, ‘Berdoalah bagi kami kepada TUHAN, Allah kita, dan apa pun yang difirmankan TUHAN, Allah kita, beri tahukan kepada kami dan kami akan melakukannya.’
21 Dan hari ini, aku telah memberitahukannya kepadamu, tetapi kamu tidak menaati suara TUHAN, Allahmu, dalam segala hal yang Dia kirimkan kepadaku untuk diberitahukan kepadamu.
22 Sekarang, ketahuilah ini dengan baik: bahwa kamu akan mati oleh pedang, oleh kelaparan, dan oleh penyakit sampar di tempat yang akan kamu tuju untuk tinggal.’”
Yeremia 43 (AYT)
1 Ketika Yeremia selesai menyampaikan kepada seluruh rakyat itu semua firman TUHAN, Allah mereka, yang TUHAN, Allah mereka, telah kirim kepada mereka, yaitu semua firman tadi,
2 Azarya, anak Hosaya, dan Yohanan, anak Kareah, serta semua orang sombong berkata kepada Yeremia, “Kamu mengatakan kebohongan! TUHAN, Allah kita, tidak mengutusmu untuk berkata, ‘Jangan pergi ke Mesir untuk tinggal di sana,’
3 tetapi Barukh, anak Neria, telah menetapkanmu untuk melawan kami, untuk menyerahkan kami ke tangan orang-orang Kasdim sehingga mereka akan membunuh kami dan membawa kami sebagai tawanan ke Babel.”
4 Begitulah Yohanan, anak Kareah, dan semua kepala pasukan, serta seluruh rakyat itu tidak menaati suara TUHAN untuk tinggal di negeri Yehuda.
5 Lalu, Yohanan, anak Kareah, dan semua kepala pasukan mengambil semua sisa orang Yehuda yang telah kembali dari semua bangsa tempat mereka telah dibuang untuk tinggal di negeri Yehuda,
6 laki-laki, perempuan, anak-anak, dan anak-anak perempuan raja, dan setiap orang yang telah ditinggalkan Nebuzaradan, kepala pengawal, bersama Gedalya, anak Ahikam, anak Safan, juga Nabi Yeremia dan Barukh, anak Neria.
7 Mereka masuk ke negeri Mesir karena mereka tidak menaati suara TUHAN, dan mereka tiba di Tahpanhes.
8 Lalu, firman TUHAN datang kepada Yeremia di Tahpanhes, katanya,
9 “Ambillah batu-batu besar di tanganmu dan sembunyikan batu-batu itu di dalam adukan tanah liat yang ada di pintu masuk ke istana Firaun di Tahpanhes, di hadapan orang-orang Yahudi,
10 dan katakan kepada mereka, ‘Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Ketahuilah, Aku akan menyuruh orang untuk menjemput Nebukadnezar, raja Babel, hamba-Ku, dan akan mendirikan takhtanya di atas batu-batu ini yang telah Aku sembunyikan, dan dia akan membentangkan tenda kerajaan di atasnya.
11 Dia akan datang dan menyerang negeri Mesir, yang ke maut, ke mautlah; yang ke penawanan ke penawananlah; yang ke pedang ke pedanglah.
12 Aku akan menyalakan api di kuil-kuil para ilah Mesir, dan dia akan membawa mereka menjadi tawanan. Dia akan membersihkan negeri Mesir seperti gembala membersihkan jubahnya dari kutu, dan dia akan pergi dari sana dalam damai.
13 Dia akan menghancurkan tugu-tugu peringatan Bet-Semes, yang ada di negeri Mesir, dan kuil-kuil para ilah Mesir akan dia bakar dengan api.’”
Ratapan 1 (AYT)
1 Betapa ia tinggal dalam keterasingan, yaitu kota yang dahulu penuh dengan orang-orang itu! Ia yang dahulu sangat besar di antara bangsa-bangsa telah menjadi seperti seorang janda! Putri di antara provinsi-provinsi telah menjadi seorang budak.
2 Ia menangis getir pada malam hari; air matanya berlinang di pipinya. Di antara semua kekasihnya, tidak ada yang menghibur dia. Semua temannya berkhianat kepadanya; mereka telah menjadi musuhnya.
3 Yehuda telah pergi ke pembuangan karena penderitaan dan perbudakan yang berat. Ia tinggal di antara bangsa-bangsa, tetapi tidak menemukan tempat istirahat. Semua pengejarnya menyusul dia di tengah kesesakannya.
4 Jalan-jalan Sion berkabung karena tidak seorang pun datang ke perayaan yang telah ditetapkan. Semua pintu gerbangnya sepi, imam-imamnya berkeluh kesah, gadis-gadisnya bersedih, dan ia sendiri dalam kepahitan.
5 Lawan-lawannya telah menjadi pemimpin. Musuh-musuhnya makmur. Sebab, TUHAN membuatnya menderita karena banyaknya pelanggarannya. Anak-anaknya berjalan sebagai tawanan di hadapan musuh.
6 Segala kemuliaan telah berlalu dari putri Sion. Para pemimpinnya telah menjadi seperti rusa yang tidak menemukan padang rumput. Mereka melarikan diri tanpa kekuatan di hadapan pengejar.
7 Pada hari-hari penderitaan dan pengembaraannya, Yerusalem teringat akan segala harta bendanya, yang ia miliki pada zaman dahulu. Ketika orang-orangnya jatuh ke tangan musuh, dan tidak ada seorang pun yang menolongnya, musuh-musuhnya memandanginya, dan tertawa atas kehancurannya.
8 Yerusalem sangat berdosa. Karena itu, ia menjadi najis. Semua orang yang dahulu menghormatinya kini merendahkannya karena mereka telah melihat ketelanjangannya. Ia sendiri berkeluh kesah, dan berpaling.
9 Kenajisannya ada pada pakaiannya; Ia tidak memikirkan akhirnya. Karena itu, kejatuhannya luar biasa. Ia tidak memiliki penghibur. “Ya TUHAN, lihatlah penderitaanku, karena musuh telah meninggikan diri!”
10 Musuh telah merentangkan tangannya ke atas segala harta bendanya. Bahkan, ia telah melihat bangsa-bangsa itu masuk ke tempat kudusnya, yang Engkau perintahkan agar mereka tidak masuk ke dalam jemaat-Mu.
11 Semua penduduknya berkeluh kesah sambil mencari roti. Mereka memberikan harta benda mereka ganti makanan untuk bertahan hidup. “Lihatlah, ya TUHAN, dan perhatikanlah, karena aku direndahkan.
12 Apakah ini tidak ada artinya bagimu, hai kamu semua yang lewat di jalan? Lihatlah dan perhatikanlah apabila ada kesengsaraan seperti kesengsaraanku, yang ditimpakan ke atasku, yang TUHAN timbulkan pada hari kemarahan-Nya yang dahsyat.
13 Dari ketinggian, Dia mengirimkan api ke dalam tulang-tulangku, dan menguasainya. Dia menebarkan jala untuk kakiku. Dia telah membalikkan aku. Dia telah membuatku hancur, lemah sepanjang hari.
14 Kuk pelanggaran-pelanggaranku diikat. Dengan tangan-Nya, semua itu dijalin bersama-sama, dan dipasangkan pada leherku. Dia telah membuat kekuatanku lenyap. Tuhan telah menyerahkan aku ke tangan mereka, yang tidak dapat aku lawan.
15 Tuhan telah menolak semua orangku yang perkasa di tengah-tengahku, Dia telah memanggil suatu kumpulan melawan aku untuk menghancurkan orang-orang mudaku. Tuhan telah menginjak-injak anak dara, putri Yehuda, seperti dalam pemerasan anggur.
16 Karena hal-hal inilah aku menangis. Mataku, mataku mencucurkan air mata. Sebab, penghibur yang menyegarkan jiwaku berada jauh dariku. Anak-anakku hancur karena musuh telah menang.”
17 Sion membentangkan tangannya, tetapi tidak seorang pun menghiburnya. TUHAN telah memerintahkan terhadap Yakub bahwa musuh-musuhnya akan ada di sekelilingnya. Yerusalem telah menjadi hal yang najis di antara mereka.
18 “TUHAN itu benar, karena aku telah memberontak terhadap firman-Nya. Dengarlah, hai segala bangsa, dan lihatlah penderitaanku. Gadis-gadisku dan pemuda-pemudaku telah pergi ke pembuangan.
19 Aku memanggil kekasih-kekasihku, tetapi mereka menipuku. Para imam dan tua-tuaku mati di kota ketika mereka mencari makanan untuk bertahan hidup.
20 Lihatlah, ya TUHAN, karena aku dalam kesesakan. Batinku gelisah, dan hatiku bergejolak di dalam diriku karena aku telah sangat memberontak. Di jalan, pedang menggugurkan; di rumah, ada kematian.
21 Mereka telah mendengar bahwa aku berkeluh kesah, tetapi tidak seorang pun menghiburku. Semua musuhku telah mendengar kemalanganku. Mereka senang karena Engkau telah melakukannya. Engkau akan mendatangkan hari yang telah Engkau sebut, dan mereka akan menjadi seperti aku.
22 Biarlah semua kejahatan mereka sampai ke hadapan-Mu, dan perlakukanlah mereka seperti Engkau memperlakukan aku karena semua kesalahanku. Sebab, keluh kesahku banyak, dan hatiku lemah.”
Ratapan 2 (AYT)
1 Betapa Tuhan menutupi putri Sion dengan awan dalam kemarahan-Nya. Dia melemparkan kemuliaan Israel dari langit ke bumi. Dia tidak mengingat tumpuan kaki-Nya pada hari kemarahan-Nya.
2 Tuhan telah menelan semua tempat tinggal Yakub tanpa belas kasihan. Dalam kemurkaan-Nya, Dia merobohkan benteng-benteng putri Yehuda. Dia menjatuhkannya ke tanah, dan menajiskan kerajaan serta para pemimpinnya.
3 Dalam kemarahan yang dahsyat, Dia mematahkan semua tanduk Israel. Dia menarik kembali tangan kanan-Nya dari hadapan musuh, dan membakar Yakub seperti api yang menyala-nyala, menghabiskan semua yang ada di sekelilingnya.
4 Dia melenturkan busur-Nya seperti seorang musuh. Dia mengacungkan tangan kanan-Nya seperti seorang lawan, dan membunuh semua yang menyenangkan mata di kemah putri Sion. Dia mencurahkan kemurkaan-Nya seperti api.
5 Tuhan menjadi seperti seorang musuh. Dia menelan Israel. Dia menelan semua istananya. Dia menghancurkan benteng-bentengnya, dan melipatgandakan perkabungan dan ratapan pada putri Yehuda.
6 Dia merusak kemah-Nya seolah-olah itu sebuah kebun. Dia menghancurkan tempat pertemuan-Nya. TUHAN membuat Sion melupakan perayaan dan hari Sabat. Dia merendahkan raja dan imam dalam kedahsyatan kemarahan-Nya.
7 Tuhan menolak mazbah-Nya, dan meninggalkan tempat kudus-Nya. Dia menyerahkan tembok-tembok istananya ke tangan musuh. Mereka membuat kegaduhan di bait TUHAN seperti pada hari perayaan.
8 TUHAN bertekad menghancurkan tembok putri Sion. Dia merentangkan tali pengukur. Dia tidak menahan tangan-Nya untuk menghancurkan. Dia membuat benteng dan tembok meratap; mereka merana bersama-sama.
9 Pintu-pintu gerbangnya tenggelam ke tanah. Dia menghancurkan dan mematahkan palang-palang pintunya. Raja dan para pemimpinnya ada di antara bangsa-bangsa. Hukum Taurat tidak ada lagi. Nabi-nabinya juga tidak mendapatkan penglihatan dari TUHAN.
10 Para tua-tua putri Sion duduk di tanah, dan berdiam diri. Mereka menabur debu ke atas kepala mereka, dan mengenakan pakaian berkabung. Gadis-gadis Yerusalem menundukkan kepala mereka ke tanah.
11 Mataku sembap karena air mata, dan batinku bergejolak. Hatiku ditumpahkan ke tanah karena kehancuran putri bangsaku. Anak-anak dan bayi-bayi pingsan di jalan-jalan kota.
12 Mereka bertanya kepada ibu mereka, “Di mana gandum dan anggur?” saat mereka pingsan seperti seorang yang terluka di jalan-jalan kota itu, saat nyawa mereka ditumpahkan ke pangkuan ibu mereka.
13 Apa yang dapat kunyatakan kepadamu? Dengan apa aku dapat membandingkanmu, hai putri Yerusalem? Dengan apa aku dapat menyamakanmu sehingga aku dapat menghiburmu, hai putri perawan Sion? Sebab, kehancuranmu sangat luas seperti lautan. Siapa yang dapat menyembuhkanmu?
14 Nabi-nabimu melihat hal-hal yang hampa dan bodoh. Mereka tidak menyingkapkan kesalahanmu untuk mengembalikanmu dari penawananmu, melainkan melihat bagimu ramalan-ramalan palsu dan menyesatkan.
15 Semua yang melintas di jalan bertepuk tangan kepadamu. Mereka bersiul dan menggeleng-gelengkan kepala terhadap putri Yerusalem. “Inikah kota yang disebut, ‘kesempurnaan dari keindahan, sukacita seluruh bumi?’”
16 Semua musuhmu membuka mulut mereka terhadapmu. Mereka bersiul dan mengertakkan gigi. Mereka berkata, “Kami telah menelannya. Sungguh, inilah hari yang kami nantikan. Kami telah mendapatkannya. Kami telah melihatnya.”
17 TUHAN telah melakukan apa yang Dia rencanakan. Dia telah menggenapi firman-Nya, yang Dia perintahkan pada zaman dahulu. Dia merobohkan tanpa belas kasihan. Dia membuat musuh-musuhmu bersukacita atasmu, dan meninggikan tanduk lawan-lawanmu.
18 Hati mereka menjerit kepada Tuhan. Hai tembok putri Sion, biarlah air mata mengalir seperti sungai siang dan malam. Jangan berikan istirahat kepada dirimu sendiri; jangan biarkan matamu beristirahat.
19 Bangunlah, berserulah pada malam hari, pada awal penjagaan malam. Curahkan hatimu seperti air di hadapan Tuhan. Angkatlah tanganmu kepada-Nya demi nyawa anak-anakmu, yang pingsan karena kelaparan di ujung setiap jalan.
20 Lihatlah, ya TUHAN, dan perhatikanlah! Terhadap siapakah Engkau telah berbuat demikian? Haruskah para perempuan memakan anak kandung mereka, anak-anak yang mereka timang? Haruskah imam dan nabi dibunuh di tempat kudus Tuhan?
21 Pemuda dan orang tua tergeletak di atas tanah di jalan-jalan. Gadis-gadisku dan pemuda-pemudaku telah dibunuh dengan pedang. Engkau membunuh mereka pada hari kemarahan-Mu; Engkau membantai tanpa belas kasihan.
22 Seperti pada hari perayaan, Engkau memanggil kengerian-kengerianku dari segala penjuru. Tidak ada seorang pun yang luput atau bertahan pada hari kemarahan TUHAN. Mereka yang aku asuh dan besarkan dibinasakan oleh musuhku.
Ratapan 3 (AYT)
1 Akulah orang yang telah melihat penderitaan akibat tongkat kemurkaan-Nya.
2 Dia menggiringku dan membawaku ke dalam kegelapan, dan bukan terang.
3 Sesungguhnya, Dia membalikkan tangan-Nya terhadapku berkali-kali sepanjang hari.
4 Dia membuat daging dan kulitku susut; Dia mematahkan tulang-tulangku.
5 Dia mengepung dan melingkupiku dengan kepahitan dan kesulitan.
6 Dia membuatku tinggal dalam kegelapan, seperti mereka yang telah lama mati.
7 Dia membangun tembok di sekelilingku sehingga aku tidak dapat keluar; Dia membuat rantai-rantaiku berat.
8 Bahkan, ketika aku berseru dan berteriak minta tolong, Dia mendiamkan doaku.
9 Dia menghalangi jalan-jalanku dengan batu-batu pahat; Dia membuat jalan-jalanku berliku-liku.
10 Dia seperti beruang yang mengadang aku, seperti singa di tempat-tempat persembunyian.
11 Dia membelokkan jalan-jalanku, mencabik-cabik aku, dan membuatku gersang.
12 Dia melenturkan busur-Nya, dan menjadikanku sasaran anak panah.
13 Dia menusuk ginjalku dengan anak-anak panah dari tabung anak panah-Nya.
14 Aku menjadi bahan tertawaan bagi seluruh bangsaku, menjadi nyanyian ejekan mereka sepanjang hari.
15 Dia mengenyangkanku dengan kepahitan; Dia membuatku mabuk dengan ipuh.
16 Dia mematahkan gigiku dengan kerikil; Dia membuatku meringkuk di dalam abu.
17 Jiwaku dijauhkan dari kedamaian; aku telah lupa akan kebahagiaan.
18 Aku berkata, “Kekuatanku telah hilang; begitu juga harapanku dari TUHAN.”
19 Ingatlah penderitaanku, dan pengembaraanku, ipuh dan kepahitan itu.
20 Jiwaku terus-menerus mengingatnya, dan tertunduk dalam diriku.
21 Inilah yang kuingat dalam pikiranku, dan karena itu, aku berharap.
22 Kasih setia TUHAN tidak pernah habis, rahmat-Nya tidak pernah berakhir,
23 selalu baru setiap pagi; besarlah kesetiaan-Mu.
24 “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, “Karena itu, aku berharap dalam Dia.”
25 TUHAN itu baik bagi orang yang menantikan Dia, bagi jiwa yang mencari Dia.
26 Baik bagi seseorang untuk menanti dengan tenang keselamatan dari TUHAN.
27 Baik bagi seorang laki-laki jika dia memikul kuk pada masa mudanya.
28 Biarlah dia duduk sendirian dan berdiam diri karena Dia telah memasangkannya ke atasnya.
29 Biarlah dia menaruh mulutnya dalam debu, barangkali ada harapan.
30 Biarlah dia memberikan pipinya kepada orang yang memukulnya, dan biarlah dia dikenyangkan dengan hinaan.
31 Sebab, Tuhan tidak akan menolak untuk selama-lamanya.
32 Sebab, meski Dia menyebabkan dukacita, Dia akan berbelaskasihan sesuai dengan kasih setia-Nya yang berlimpah.
33 Sebab, tidak dengan senang hati Dia menindas atau mendukakan anak-anak manusia.
34 Menghancurkan semua tawanan di bumi di bawah kaki-Nya,
35 mengesampingkan hak orang di hadapan Yang Mahatinggi,
36 menjatuhkan seseorang dalam perkaranya, Tuhan tidak menyetujui semuanya itu.
37 Siapakah yang berkata, maka itu terjadi, kalau Tuhan tidak memerintahkannya?
38 Bukankah dari mulut Yang Mahatinggi yang baik dan yang jahat itu datang?
39 Mengapa manusia, manusia yang hidup, harus mengeluh ketika dia dihukum karena dosa-dosanya?
40 Mari kita menyelidiki dan memeriksa jalan-jalan kita, dan kembali kepada TUHAN.
41 Mari kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di surga.
42 “Kami telah melanggar dan memberontak, dan Engkau tidak mengampuni.
43 Engkau menyelubungi diri-Mu sendiri dengan kemarahan, dan mengejar kami serta membunuh tanpa belas kasihan.
44 Engkau menyelubungi diri-Mu sendiri dengan awan sehingga tidak ada doa yang dapat menembus.
45 Engkau menjadikan kami sampah dan kotoran di antara bangsa-bangsa.
46 Semua musuh kami membuka mulut mereka melawan kami.
47 Kepanikan dan jebakan menimpa kami, kerusakan dan kehancuran.
48 Aliran air mata turun dari mataku karena kehancuran putri bangsaku.
49 Air mataku bercucuran tanpa henti, tanpa putus,
50 sampai TUHAN melihat ke bawah dan memperhatikan dari surga.
51 Mataku mendukakan jiwaku karena semua putri di kotaku.
52 Musuh-musuhku memburuku, seperti seekor burung, tanpa sebab.
53 Mereka melemparkanku hidup-hidup ke dalam lubang, dan melempariku dengan batu.
54 Air mengalir di atas kepalaku; aku berkata, ‘Matilah aku.’
55 Aku memanggil nama-Mu, ya TUHAN, dari dasar lubang.
56 Engkau telah mendengar suaraku, ‘Jangan sembunyikan telinga-Mu dari teriakanku minta tolong.’
57 Engkau mendekat ketika aku memanggil-Mu. Engkau berfirman, ‘Jangan takut!’
58 Ya Tuhan, Engkau telah membela perkara-perkara jiwaku; Engkau telah menebus hidupku.
59 Ya TUHAN, Engkau telah melihat penindasan terhadap aku; adililah perkaraku.
60 Engkau telah melihat semua pembalasan dendam mereka, semua rencana mereka terhadap aku.
61 Engkau telah mendengar hinaan mereka, ya TUHAN, semua rencana mereka terhadap aku.
62 Bibir para penyerangku dan pikiran mereka melawan aku sepanjang hari.
63 Perhatikanlah duduk dan berdiri mereka; aku adalah nyanyian ejekan mereka.
64 Engkau akan membalas mereka dengan ganjaran, ya TUHAN, sesuai dengan perbuatan tangan mereka.
65 Engkau akan memberi mereka kekerasan hati; kutuk-Mu akan ada atas mereka.
66 Engkau akan mengejar mereka dalam kemarahan, dan menghancurkan mereka dari kolong langit TUHAN.”
Ratapan 4 (AYT)
1 Betapa emas telah menjadi pudar, betapa emas murni telah berubah! Batu-batu suci berserakan di setiap ujung jalan.
2 Anak-anak laki-laki Sion yang berharga, yang sebanding dengan emas murni, betapa mereka dianggap seperti guci-guci tanah liat buatan tangan tukang periuk.
3 Serigala saja memberikan teteknya untuk menyusui anak-anak mereka. Akan tetapi, putri bangsaku telah menjadi kejam seperti burung unta di padang belantara.
4 Lidah bayi yang menyusu melekat pada langit-langit mulutnya karena kehausan. Anak-anak meminta roti, tetapi tidak ada yang membaginya untuk mereka.
5 Mereka yang dahulu makan makanan yang enak-enak kini mati di jalan-jalan. Mereka yang dahulu dibesarkan dengan pakaian kirmizi kini mendekap timbunan sampah.
6 Sebab, hukuman atas kedurhakaan putri bangsaku lebih besar daripada atas dosa-dosa Sodom, yang ditunggangbalikkan dalam sekejap, dan tidak ada tangan yang menolongnya.
7 Pemimpin-pemimpinnya lebih murni daripada salju, dan lebih putih daripada susu. Tubuh mereka lebih merah daripada rubi, dan sosok mereka seperti safir.
8 Penampilan mereka lebih hitam daripada jelaga. Mereka tidak dikenali di jalan-jalan. Kulit mereka berkerut pada tulang-tulang mereka, kering seperti kayu.
9 Orang yang mati karena pedang lebih baik daripada orang yang mati karena kelaparan. Sebab, mereka merana, tertikam oleh kekurangan hasil ladang.
10 Tangan perempuan-perempuan penyayang merebus anak-anak mereka sendiri. Anak-anak itu menjadi makanan mereka selama penghancuran putri bangsaku.
11 TUHAN telah melampiaskan kemurkaan-Nya. Dia mencurahkan kemarahan-Nya yang menyala-nyala, dan menyalakan api di Sion yang telah membakar fondasi-fondasinya.
12 Raja-raja di bumi tidak percaya, begitu juga seluruh penduduk dunia, bahwa musuh dan lawan dapat memasuki pintu-pintu gerbang Yerusalem.
13 Itu karena dosa para nabinya dan kedurhakaan para imamnya, yang telah menumpahkan darah orang-orang benar di tengah-tengahnya.
14 Mereka mengembara seperti orang buta di jalan-jalan. Mereka begitu cemar karena darah sehingga tidak ada yang dapat menyentuh pakaian mereka.
15 “Pergi! Najis!” teriak orang-orang kepada mereka. “Pergi, pergi, jangan menyentuh!” Maka dari itu, mereka lari dan mengembara. Orang-orang berkata di antara bangsa-bangsa, “Mereka tidak boleh lagi tinggal di sini.”
16 TUHAN sendiri telah mencerai-beraikan mereka. Dia tidak akan lagi menganggap mereka. Mereka tidak menghormati para imam. Mereka tidak menyukai para tua-tua.
17 Lagi pula, mata kami gagal, terus menatap dengan sia-sia untuk pertolongan. Dalam pengamatan kami, kami mengamati suatu bangsa yang tidak dapat menyelamatkan.
18 Mereka memburu langkah-langkah kami sehingga kami tidak dapat berjalan di jalan-jalan kami. Akhir hidup kami sudah dekat. Hari-hari kami sudah habis karena kesudahan kami sudah datang.
19 Para pengejar kami lebih cepat daripada elang di langit. Mereka mengejar kami di gunung-gunung. Mereka mengintai kami di padang belantara.
20 Napas dari lubang hidung kami, yaitu yang diurapi TUHAN, tertangkap di lubang-lubang mereka, yang tentangnya kami berkata, “Di bawah bayangannya, kami akan hidup di antara bangsa-bangsa.”
21 Bersukacitalah dan bergembiralah, hai putri Edom, yang tinggal di tanah Us. Akan tetapi, cawan itu juga akan melewati kamu. Kamu akan menjadi mabuk, dan membuat dirimu sendiri telanjang.
22 Hukuman atas kesalahanmu telah dilaksanakan, hai putri Sion. Dia tidak akan lagi menahanmu di pembuangan. Akan tetapi, Dia akan menghukum kedurhakaanmu, hai putri Edom. Dia akan menyingkapkan dosa-dosamu.
Ratapan 5 (AYT)
1 Ingatlah, ya TUHAN, apa yang terjadi atas kami. Pandanglah dan lihatlah aib kami.
2 Milik pusaka kami dialihkan kepada orang-orang asing, rumah kami kepada orang-orang yang tidak dikenal.
3 Kami menjadi yatim, tidak mempunyai ayah, dan ibu kami seperti janda.
4 Kami harus membayar untuk air yang kami minum. Kayu harus kami dapatkan dengan suatu harga.
5 Para pengejar kami begitu dekat. Kami lelah; tidak ada istirahat bagi kami.
6 Kami menyerahkan tangan kepada Mesir, dan kepada Asyur, supaya dikenyangkan dengan roti.
7 Nenek moyang kami berbuat dosa, dan sudah tiada lagi, dan kami menanggung kesalahan-kesalahan mereka.
8 Budak-budak memerintah atas kami. Tidak ada yang melepaskan kami dari tangan mereka.
9 Kami mendapatkan roti kami dengan mempertaruhkan nyawa kami karena ancaman pedang di padang belantara.
10 Kulit kami panas seperti perapian karena demam panas kelaparan.
11 Mereka memerkosa perempuan-perempuan di Sion, gadis-gadis di kota-kota Yehuda.
12 Para pemimpin digantung oleh tangan mereka; para tua-tua tidak dihormati.
13 Pemuda-pemuda harus memikul batu kilangan, dan anak-anak laki-laki terhuyung-huyung di bawah pikulan kayu.
14 Para orang tua meninggalkan pintu-pintu gerbang kota, para pemuda menghentikan musik mereka.
15 Sukacita hati kami telah berakhir. Tarian kami diubah menjadi ratapan.
16 Mahkota telah jatuh dari kepala kami. Celakalah kami karena kami telah berdosa.
17 Karena hal ini, hati kami menjadi lemah; Karena hal-hal ini, mata kami menjadi kabur;
18 Karena Gunung Sion tinggal sunyi, dan rubah-rubah berkeliaran di sana.
19 Engkau, ya TUHAN, memerintah selama-lamanya; takhta-Mu dari generasi ke generasi.
20 Mengapa Engkau melupakan kami selama-lamanya, meninggalkan kami begitu lama?
21 Kembalikanlah kami kepada-Mu, ya TUHAN, supaya kami dapat dipulihkan. Perbaruilah hari-hari kami seperti dahulu kala,
22 kecuali Engkau benar-benar telah menolak kami, dan sangat marah terhadap kami.

Merindukan Raja

Bersama Dalam Damai