What (Apa): Pasal ini menceritakan tentang pemurnian umat Israel setelah kembali dari pembuangan di Babel. Fokusnya adalah pengakuan dosa dan tindakan untuk menceraikan istri-istri asing yang bertentangan dengan Hukum Taurat.
Who (Siapa): Tokoh utama dalam pasal ini adalah Ezra, seorang imam dan ahli Taurat yang memimpin pemurnian. Tokoh lain yang terlibat adalah Sekhanya yang mendorong Ezra untuk bertindak, para imam dan orang Lewi, serta seluruh umat Israel yang berjanji untuk menceraikan istri-istri asing mereka.
When (Kapan): Peristiwa ini terjadi setelah umat Israel kembali dari pembuangan di Babel. Pertemuan untuk membahas masalah ini terjadi pada bulan kesembilan, tanggal dua puluh, dan proses penceraian selesai pada hari pertama bulan pertama.
Where (Di mana): Peristiwa ini terjadi di Yerusalem, khususnya di halaman Bait Allah. Ezra juga menghabiskan waktu di kamar Yohanan, anak Elyasib, untuk berkabung atas dosa umat.
Why (Mengapa): Pemurnian ini dilakukan karena umat Israel telah berbuat dosa dengan menikahi perempuan asing, melanggar Hukum Taurat. Pernikahan ini dianggap sebagai ancaman terhadap identitas dan kemurnian agama mereka.
How (Bagaimana): Ezra memimpin umat untuk bertobat dan berjanji untuk menceraikan istri-istri asing mereka. Proses ini melibatkan pengakuan dosa, sumpah, dan penyelidikan terhadap setiap keluarga untuk mengidentifikasi mereka yang melanggar Hukum Taurat.
Tambahan:
Sebagai seorang Kristen, penting untuk menafsirkan teks ini dalam konteks Perjanjian Baru. Yesus Kristus datang untuk menggenapi Hukum Taurat, dan kasih karunia Allah tersedia bagi semua orang, terlepas dari latar belakang mereka.
Kategori: Tidak ada
Passage:
Pertanyaan:
Pilih Sumber AI: